PENDIRIAN CESSATIONIST:
Efesus 2:20 mengatakan gereja dibangun atas dasar para rasul dan para nabi. Begitu dasar diletakkan, [jawatan] rasul dan nabi berhenti dan pelayanan mereka diambil alih oleh penginjil dan gembala-pengajar serta guru.
TANGGAPAN:
1. Ada dua pasal yang berbicara tentang rasul dan nabi di Kitab Efesus, yaitu 2:20 dan 4:11. Menurut aturan penafsiran Alkitab yang dianjurkan dan dipopulerkan cessationist, kita tidak boleh melepaskan keduanya, melainkan harus mengkaitkannya.
2. Konteks pasal 2 bicara tentang ‘bangunan’. Konteks pasal 4 bicara tentang ‘tubuh’. FONDASI sebuah bangunan memang tidak bisa bertumbuh. Tapi ‘tubuh’ terus bertumbuh. Karena itu rasul dan nabi yang terdapat dalam pasal 2 memang tidak bertambah lagi JUMLAH orangnya. Tetapi rasul dan nabi dalam pasal 4 masih terus ditambahkan Sang Kepala, karena ‘tubuh’ itu harus terus bertumbuh. Rasul dan nabi yang ada saat ini (kontemporer), berkaitan dengan pasal 4 (perumbuhan ‘tubuh’), bukan dengan pasal 2 (fondasi bangunan).
3. Karena itu, cessationist mempersalahkan karismatik karena mereka keliru dalam menerapkan topik rasul dan nabi dalam pasal 2 ke dalam pasal 4. Kerena salah guna, maka hasil pengujian terhadap karismatik pun menjadi keliru. Tetapi kekeliruan karismatik, bukan karena menyalahi Alkitab, melainkan karena diuji dengan metode yang keliru.
4. FONDASI sebuah bangunan tidak bertumbuh. Karenanya jumlah orang yang menjadi fondasi itu pun tidak bertambah. Jika Matias adalah pengganti Yudas, lalu apakah kerasulan Paulus ada dalam konteks pasal 2 (‘FONDASI’) atau ada dalam konteks pasal 4? Sesungguhnya Paulus tidak termasuk dalam konteks pasal 2, melainkan dalam pasal 4, karena jika ia termasuk dalam kategori fondasi (pasal 2), maka ‘jumlahnya’ sekarang menjadi 13. Pengganti Yudas adalah Matias, bukan Paulus. Paulus tidak memenuhi syarat sebagai pengganti Matias. Karena itu kerasulan Paulus justru mewakili hadirnya karunia ini di zaman-zaman berikutnya ‘demi’ pertumbuhan/pembangunan ‘tubuh’ itu. Menolak kehadiran rasul dan nabi untuk pembangunan tubuh Kristus (pasal 4) di segala zaman, termasuk zaman sekarang, berarti menghambat pembangunan ‘tubuh’ itu, dan itu berarti bukan hanya menentang desain Sang Kepala melainkan juga menentang SANG KEPALA itu sendiri.
5. Tidak terdapat ayat eksplisit yang mengatakan rasul dan nabi (setelah dasar gereja diletakkan) digantikan oleh jawatan lainnya. Karena itu, vonis bahwa rasul dan nabi sudah digantikan dengan jawatan yang lain adalah vonis yang tidak berdasarkan ayat eksplisit (tersurat) dalam Alkitab. Padahal karismatik sering dikritik hanya karena ia sering menggunakan argumen yang ‘tidak eksplisit’ dari Alkitab.
6. Karena argumen teologis cessationist tidak didasarkan atas ayat eksplisit, maka teologia cessationist ini -- menurut prinsip cessationist sendiri -- merupakan teologi yang lemah dan karenanya tidak dapat dijadikan pegangan (jika tidak dapat dikatakan ‘harus ditolak’?).
7. Kini kita dapat memilih tafsiran mana yang lebih alkitabiah antara cessationist dengan tafsiran karismatik.
Efesus 2:20 mengatakan gereja dibangun atas dasar para rasul dan para nabi. Begitu dasar diletakkan, [jawatan] rasul dan nabi berhenti dan pelayanan mereka diambil alih oleh penginjil dan gembala-pengajar serta guru.
TANGGAPAN:
1. Ada dua pasal yang berbicara tentang rasul dan nabi di Kitab Efesus, yaitu 2:20 dan 4:11. Menurut aturan penafsiran Alkitab yang dianjurkan dan dipopulerkan cessationist, kita tidak boleh melepaskan keduanya, melainkan harus mengkaitkannya.
2. Konteks pasal 2 bicara tentang ‘bangunan’. Konteks pasal 4 bicara tentang ‘tubuh’. FONDASI sebuah bangunan memang tidak bisa bertumbuh. Tapi ‘tubuh’ terus bertumbuh. Karena itu rasul dan nabi yang terdapat dalam pasal 2 memang tidak bertambah lagi JUMLAH orangnya. Tetapi rasul dan nabi dalam pasal 4 masih terus ditambahkan Sang Kepala, karena ‘tubuh’ itu harus terus bertumbuh. Rasul dan nabi yang ada saat ini (kontemporer), berkaitan dengan pasal 4 (perumbuhan ‘tubuh’), bukan dengan pasal 2 (fondasi bangunan).
3. Karena itu, cessationist mempersalahkan karismatik karena mereka keliru dalam menerapkan topik rasul dan nabi dalam pasal 2 ke dalam pasal 4. Kerena salah guna, maka hasil pengujian terhadap karismatik pun menjadi keliru. Tetapi kekeliruan karismatik, bukan karena menyalahi Alkitab, melainkan karena diuji dengan metode yang keliru.
4. FONDASI sebuah bangunan tidak bertumbuh. Karenanya jumlah orang yang menjadi fondasi itu pun tidak bertambah. Jika Matias adalah pengganti Yudas, lalu apakah kerasulan Paulus ada dalam konteks pasal 2 (‘FONDASI’) atau ada dalam konteks pasal 4? Sesungguhnya Paulus tidak termasuk dalam konteks pasal 2, melainkan dalam pasal 4, karena jika ia termasuk dalam kategori fondasi (pasal 2), maka ‘jumlahnya’ sekarang menjadi 13. Pengganti Yudas adalah Matias, bukan Paulus. Paulus tidak memenuhi syarat sebagai pengganti Matias. Karena itu kerasulan Paulus justru mewakili hadirnya karunia ini di zaman-zaman berikutnya ‘demi’ pertumbuhan/pembangunan ‘tubuh’ itu. Menolak kehadiran rasul dan nabi untuk pembangunan tubuh Kristus (pasal 4) di segala zaman, termasuk zaman sekarang, berarti menghambat pembangunan ‘tubuh’ itu, dan itu berarti bukan hanya menentang desain Sang Kepala melainkan juga menentang SANG KEPALA itu sendiri.
5. Tidak terdapat ayat eksplisit yang mengatakan rasul dan nabi (setelah dasar gereja diletakkan) digantikan oleh jawatan lainnya. Karena itu, vonis bahwa rasul dan nabi sudah digantikan dengan jawatan yang lain adalah vonis yang tidak berdasarkan ayat eksplisit (tersurat) dalam Alkitab. Padahal karismatik sering dikritik hanya karena ia sering menggunakan argumen yang ‘tidak eksplisit’ dari Alkitab.
6. Karena argumen teologis cessationist tidak didasarkan atas ayat eksplisit, maka teologia cessationist ini -- menurut prinsip cessationist sendiri -- merupakan teologi yang lemah dan karenanya tidak dapat dijadikan pegangan (jika tidak dapat dikatakan ‘harus ditolak’?).
7. Kini kita dapat memilih tafsiran mana yang lebih alkitabiah antara cessationist dengan tafsiran karismatik.







0 komentar:
Posting Komentar