Jumat, 06 November 2015
Home »
» JENIS-JENIS BAHASA ROH
JENIS-JENIS BAHASA ROH
Ada beberapa jenis bahasa Roh di dalam Perjanjian Baru. Kadang para pengritik Karismatik menyalah-tempatkan dalam pengujian bahasa roh masa kini oleh jenis Bahasa Roh yang berbeda. Karena bahasa Roh diuji dengan cara dan ukuran yang tidak tepat (keliru), maka hasil pengujiannya pun keliru. Jadi yang keliru bukan bahasa Roh yang sedang diuji, melainkan bahasa Roh yang digunakan untuk menguji itulah yang keliru. Oleh karena itu, belum tentu Karismatik yang keliru, melainkan alat ukurnya yang keliru. Tapi toh Karismatik yang dipersalahkan.
Jenis-jenis bahasa roh:
1. Bahasa roh yang dimengerti pendengar. Bahasa Roh yang sedang diucapkan tidak dimengerti oleh yang mengucapkannya tetapi dapat dimengerti oleh orang yang mendengarnya. Bahasa Roh jenis ini tidak membutuhkan tafsiran atau orang yang menafsirkan. Pihak pendengar yang mengerti langsung apa yang sedang diucapkan pembicara, biasanya adalah orang yang belum percaya. Kisah Para Rasul 2:4-11 menyatakan tentang bahasa roh jenis ini. Beberapa teolog, bahkan dari kalangan non-Pentakosta/Karismatik menyatakan bahwa I Korintus 14:21 merujuk kepada jenis ini.
2. Bahasa roh yang memiliki tafsiran. Bahasa Roh yang diucapkan bukan hanya tidak dimengerti oleh orang yang mengucapkannya, melainkan juga oleh yang mendengarnya. Kadang Roh Kudus memberikan tafsirannya. Jika Roh Kudus memberikan tafsirannya, maka hal itu berarti Allah sedang berbicara kepada manusia (I Kor. 14:28). Karena ada tafsirannya, biasanya karunia ini bekerja lebih dahulu sebelum karunia karunia lain (yaitu karunia menafsirkan bahasa roh) bekerja.
3. Bahasa roh yang tidak memiliki tafsirannya. Bahasa Roh yang sedang diucapkan seseorang tidak dimengerti oleh diri sendiri dan oleh orang lain yang mendengarnya, tetapi Roh Kudus tidak memberikan tafsirannya, sekalipun mereka telah berdoa agar diberikan tafsirannya. Jika bahasa roh ini beroperasi, maka ia hanya dapat berkata-kata kepada diri sendiri (dengan suara yang tidak berisik), atau ia sedang berkata-kata kepada Allah.
I Korintus 14: 27-28 “ Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya. Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah.”
4. Bahasa roh yang digunakan secara pribadi. Bahasa Roh yang digunakan untuk memuji Allah. Ketiga jenis bahasa roh di atas adalah jenis bahasa roh yang diucapkan di hadapan orang lain, termasuk dalam ibadah jemaat (persekutuan). Tetapi ada juga jenis bahasa roh yang tidak digunakan di hadapan orang lain atau bersama orang lain atau dalam ibadah bersama orang lain. Bahasa roh jenis ini bukan hanya dapat digunakan untuk memuji dan menyembah Allah secara pribadi tetapi juga dapat untuk berdoa. Oleh karena yang mendengarnya adalah Allah, maka seringkali Allah tidak memberikan tafsirannya karena DIA mengerti maksud bahasa Roh itu. I Korintus 14:14-15, “ Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa. Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku”.







0 komentar:
Posting Komentar